Ticker

6/recent/ticker-posts

Peringati Hari Lahir Pancasila, PIP JAT BANG Bahas Pengamalan Nilai Luhur di Gedung Juang 45

 


BEKASI, GLOBAL INVESTIGASI – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIP JAT BANG) menggelar kegiatan Dialog Kebangsaan di Gedung Juang 45, Jl. Sultan Hasanudin No. 39, Tambun, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (30/5/2026). Acara ini menjadi wadah silaturahmi dan diskusi bermakna yang mengangkat tema “Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa dan Perekat Persatuan di Era Digital”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman bersama, sekaligus menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai jati diri bangsa yang nyata. Fokus utamanya adalah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila ke dalam tindakan sehari-hari. Dalam dialog ini, para peserta juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya di tengah derasnya arus digitalisasi, agar nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan terjaga dalam setiap perilaku bermasyarakat.

Forum diskusi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dipimpin oleh moderator Ipda Ni Wayan Mayasari, S.Pi., serta menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, meliputi Kepolisian, TNI, kalangan akademisi, dan diikuti oleh mahasiswa serta tokoh masyarakat setempat. Hadir sebagai pembicara, antara lain Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti, S.H., M.H., Dr. Hj. Widiningsih, M.Pd., AKP Hari Santoso, S.H., M.Si., dan Danramil 01/Tambun, Czi Sali.

Dalam pemaparannya, Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, S.H., M.H., menegaskan bahwa esensi Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan yang senantiasa menjaga situasi wilayah Tambun Selatan tetap aman, damai, dan kondusif.

“Bagi kami segenap anggota Polri, nilai-nilai Pancasila sudah menjadi darah daging dalam setiap pengabdian dan pelayanan. Kami berterima kasih atas kerja sama seluruh warga yang telah menjaga keutuhan dan ketertiban di wilayah ini,” ujar Kompol Wuryanti dengan penuh kehangatan.

Sementara itu, akademisi Dr. Hj. Widiningsih, M.Pd., mengajak kembali seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai identitas utama yang berpijak kokoh di atas nilai keimanan dan kemanusiaan. Menurutnya, penerapan Pancasila harus berjalan beriringan dengan kesadaran moral dan spiritual.

“Kita senantiasa ingat bahwa segala tindakan kita ada yang mengawasi, yaitu Allah SWT. Maka dari itu, mari kita terapkan nilai Pancasila dengan tidak menyakiti sesama, berpedoman pada iman, serta menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Dr. Widiningsih.

Menyikapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, AKP Hari Santoso, S.H., M.Si., mengingatkan masyarakat agar senantiasa bijak dan cerdas dalam memanfaatkan media sosial. Ia berharap ruang digital dapat menjadi sarana yang mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Danramil 01/Tambun, Czi Sali, menekankan bahwa pendidikan dan pengamalan nilai Pancasila sebaiknya ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga adalah benteng utama dan tempat pertama bagi generasi muda untuk memahami, mencintai, dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Di penghujung acara, sebagai wujud nyata pengamalan sila kelima, panitia menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang kurang mampu di sekitar lokasi. Suasana semakin meriah dan menyentuh hati saat kegiatan ditutup dengan pertunjukan seni bela diri pencak silat dari sejumlah padepokan, serta penampilan grup musik SOSIAL BANDIT yang membawakan lagu-lagu bernapas semangat nasionalisme, menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air di dada seluruh peserta yang hadir.

 

(sandhi/bewok)